Kinerja ekonomi wilayah Ciayumajakuning pada awal 2026 dinilai masih menunjukkan tren positif. Aktivitas masyarakat mulai meningkat, terutama dari sisi konsumsi yang disebut menjadi penopang utama pertumbuhan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, mengatakan stabilitas menjadi fokus untuk menjaga momentum pertumbuhan. Ia menyampaikan BI Rate dijaga pada level 4,74% guna memperkuat stabilitas nilai tukar sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Pernyataan itu disampaikan pada Kamis, 2 April 2026.
Sepanjang 2025, ekonomi Ciayumajakuning tercatat tumbuh 5,09% (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut turut ditopang kenaikan investasi sebesar 5,27%, yang mencerminkan kepercayaan pelaku usaha masih terjaga.
Meski demikian, BI Cirebon menilai tekanan eksternal masih membayangi. Dinamika geopolitik global disebut berdampak pada perdagangan internasional, sehingga kinerja ekspor belum sepenuhnya pulih.
Di tengah kondisi itu, permintaan domestik menjadi penopang utama. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Maret 2026 yang mencapai 145,8 menunjukkan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi.
Dari sisi harga, inflasi di wilayah tersebut dinilai masih terkendali, dengan stabilitas pasokan pangan menjadi faktor utama. Deputi Kepala Perwakilan BI Cirebon, Fickry Widya Nugraha, menyebut inflasi pada Maret tercatat 0,63%. Menurutnya, stabilnya sejumlah komoditas seperti beras, daging ayam, telur, dan jeruk turut membantu meredam tekanan inflasi.