Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan lima hari libur perdagangan saham sepanjang Mei 2026, di luar libur rutin akhir pekan (Sabtu dan Minggu). Libur bursa tersebut berkaitan dengan peringatan sejumlah hari besar, mulai dari Hari Buruh hingga Hari Raya Idul Adha.
Dalam pengumuman BEI yang dikutip pada Minggu (12/4/2026), total hari libur perdagangan saham pada Mei 2026 tercatat sebanyak lima hari. BEI juga telah menetapkan kalender bursa 2026, sehingga penyesuaian hari libur ini dapat menjadi acuan bagi investor dalam menyusun strategi investasi dan perdagangan.
BEI mengingatkan, selama periode libur bursa tidak ada transaksi jual beli saham yang dapat dilakukan.
Sementara itu, pada perdagangan sepekan 6–10 April 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan. Berdasarkan data BEI yang ditulis Sabtu (11/4/2026), IHSG naik 6,14% dan ditutup di level 7.458,49. Pada pekan sebelumnya, IHSG melemah 0,99% ke level 7.026,78.
Kapitalisasi pasar BEI turut meningkat 7,18% menjadi Rp 13.189 triliun, dari Rp 12.305 triliun pada pekan sebelumnya.
Analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksano menilai penguatan IHSG dalam sepekan didorong sentimen global, khususnya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Menurutnya, pembukaan kembali Selat Hormuz menurunkan kekhawatiran investor terhadap konflik di Timur Tengah, sekaligus menekan harga minyak dunia. Ia juga menyebut penguatan IHSG didominasi volume pembelian yang cenderung meningkat dan mampu menembus moving average (MA) 200 hari.
Di sisi lain, Herditya menyampaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih melemah. Ia memperkirakan kondisi tersebut dipengaruhi risiko inflasi dan fiskal domestik yang masih membayangi, serta penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi domestik oleh Bank Dunia menjadi 4,7% dari 4,8%.
Dari sisi aktivitas perdagangan, rata-rata volume transaksi harian BEI naik 24,81% menjadi 32,28 miliar saham, dibanding 25,87 miliar saham pada pekan sebelumnya. Rata-rata nilai transaksi harian meningkat 17,26% menjadi Rp 17,32 triliun dari Rp 14,77 triliun. Rata-rata frekuensi transaksi harian juga bertambah 15,05% menjadi 2,05 juta kali transaksi dari 1,78 juta kali transaksi.
Meski IHSG menguat, investor asing masih mencatat jual bersih. Selama sepekan, investor asing melepas saham senilai Rp 3,31 triliun. Sepanjang 2026, nilai jual bersih investor asing tercatat mencapai Rp 37,14 triliun.