Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) terkait adanya selisih data laporan keuangan anak usahanya, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI). Perbedaan tersebut muncul antara laporan konsolidasi dan laporan auditan, yang disebut terjadi karena perbedaan penyajian data dan waktu pelaporan.
Corporate Secretary & TJSL Group Head Garuda Indonesia, Andreas Tumpal H. Hutapea, menyampaikan bahwa perseroan telah menanggapi surat permintaan penjelasan dari BEI tertanggal 8 April 2026. Tanggapan itu disampaikan melalui surat resmi yang dikutip pada Senin, 13 April 2026.
Menurut Andreas, perbedaan terjadi pada penyajian data dalam laporan arus kas, khususnya pada Catatan 32 dalam laporan keuangan konsolidasian. Garuda menjelaskan ketidaksesuaian dipicu oleh perbedaan pemetaan (mapping) serta pengelompokan data antara sistem pelaporan GMFI dan sistem konsolidasi GIAA. Selain itu, terdapat saldo entitas anak yang belum dieliminasi secara penuh, terutama antara GMFI dan entitas anaknya.
Garuda menegaskan bahwa data GMFI yang digunakan dalam proses konsolidasi tetap bersumber dari laporan keuangan yang telah diaudit. Data tersebut, menurut perseroan, telah melalui sistem pelaporan terintegrasi dan menjadi bagian dari proses penyusunan laporan keuangan konsolidasian.
Perseroan juga memaparkan bahwa proses konsolidasi melibatkan tahapan pengiriman data dari entitas anak, rekonsiliasi, hingga eliminasi antarentitas dalam grup untuk menghasilkan angka laporan keuangan konsolidasian.
Di sisi audit, Garuda menyebut Kantor Akuntan Publik telah melakukan penelaahan atas group reporting package serta memperoleh konfirmasi dari auditor entitas anak, termasuk GMFI. Proses audit tersebut dilakukan berdasarkan kesepakatan waktu antara manajemen dan auditor.
Garuda menyatakan perbedaan yang terjadi tidak berdampak material terhadap laporan keuangan secara keseluruhan karena angka utama tetap mengacu pada laporan keuangan GMFI yang telah diaudit. Perseroan juga menyebut ketidaksesuaian berkaitan dengan informasi tambahan dalam laporan, khususnya pada bagian kepentingan non-pengendali, dan tidak memengaruhi angka utama.
Lebih lanjut, Garuda menyampaikan bahwa perbedaan ini tidak terjadi pada periode sebelumnya. Pada laporan keuangan tahun 2024, penyusunan laporan keuangan induk dan entitas anak dilakukan dalam waktu yang bersamaan sehingga tidak menimbulkan selisih.
Namun pada tahun buku 2025, laporan keuangan konsolidasian GIAA diselesaikan lebih awal dibandingkan laporan keuangan GMFI. Perbedaan waktu penyelesaian tersebut disebut menjadi salah satu faktor yang memicu ketidaksesuaian data.
Sebagai tindak lanjut, Garuda menyatakan akan melakukan perbaikan pada periode berikutnya dengan memastikan laporan keuangan entitas anak yang telah diaudit tersedia sebelum penyusunan laporan konsolidasian dilakukan.