Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 48 emisi obligasi dan sukuk dari 32 emiten dengan total nilai Rp52,44 triliun sepanjang 2026.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyampaikan bahwa secara keseluruhan terdapat 688 emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI. Total nilai outstanding instrumen tersebut mencapai Rp564,69 triliun dan USD149,41 juta, yang diterbitkan oleh 134 emiten.
Selain itu, Kautsar menyebut Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 190 seri dengan nilai nominal Rp6.745,18 triliun dan USD352,10 juta. Sementara Efek Beragun Aset (EBA) tercatat sebanyak tujuh emisi dengan nilai Rp3,57 triliun.
BEI juga mencatat pencatatan terbaru pada Rabu, 8 April 2026, yakni Obligasi Berkelanjutan II Bank Mandiri Taspen Tahap II Tahun 2026 yang diterbitkan PT Bank Mandiri Taspen dengan nilai nominal Rp1,5 triliun. Menurut Kautsar, obligasi tersebut memperoleh peringkat idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai wali amanat.
Di sisi perdagangan saham, Kautsar menyampaikan aktivitas transaksi di BEI selama periode 6–10 April 2026 ditutup positif. Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian yang naik 24,81% menjadi 32,28 miliar lembar saham dari 25,87 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Rata-rata nilai transaksi harian turut meningkat 17,26% menjadi Rp17,32 triliun dari Rp14,77 triliun. Sementara rata-rata frekuensi transaksi harian naik 15,05% menjadi 2,05 juta kali transaksi dari 1,78 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.
Kapitalisasi pasar BEI pada periode yang sama meningkat 7,18% menjadi Rp13.189 triliun dari Rp12.305 triliun. Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 6,14% dan ditutup pada level 7.458,496 dari 7.026,782 pada pekan sebelumnya.
Kautsar juga menyampaikan bahwa pada Jumat, 10 April 2026, investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp193,87 miliar. Namun sepanjang 2026, investor asing membukukan jual bersih sebesar Rp37,14 triliun.