PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) memperluas perannya di sektor pendidikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Universitas Gadjah Mada (UGM). Kerja sama ini ditujukan untuk menyinergikan layanan perbankan komprehensif dengan penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi guna mendukung lahirnya talenta unggul.
Dalam kolaborasi tersebut, Bank Mantap dan UGM akan menjalankan sejumlah program, termasuk digitalisasi dan literasi keuangan. Salah satu bentuknya adalah fasilitasi pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Uang Kuliah Tunggal (UKT) melalui sistem Virtual Account.
Direktur Utama Bank Mandiri Taspen Panji Irawan menyatakan kerja sama ini merupakan wujud sinergi antara dunia perbankan dan perguruan tinggi sebagai pusat inovasi. Menurutnya, penandatanganan MoU bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen untuk mendukung operasional UGM agar lebih efisien melalui layanan perbankan terintegrasi.
Panji juga menyebut kolaborasi ini membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung di industri keuangan. Bank Mantap, kata dia, akan menyediakan program magang bagi mahasiswa UGM sebagai upaya menjaring talenta muda. Selain itu, beasiswa akan diberikan kepada mahasiswa berprestasi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Kesempatan pengembangan juga disiapkan bagi karyawan Bank Mandiri Taspen, yang dapat melanjutkan pendidikan di UGM hingga jenjang pascasarjana.
Melalui rangkaian program tersebut, kerja sama ini diharapkan dapat mendukung penciptaan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing global, sekaligus sejalan dengan visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas.
Rektor UGM Ova Emilia menyambut baik kolaborasi ini. Ia menilai manfaatnya tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi tenaga pengajar dan tenaga kependidikan. Salah satu program yang disorot adalah edukasi keuangan untuk persiapan masa pensiun. Menurut Ova, literasi keuangan penting agar para pendidik dapat memasuki masa purna tugas dengan kondisi finansial yang lebih siap dan terencana.