Grup Bank Dunia bersiap memobilisasi pembiayaan cepat sebesar US$20 miliar hingga US$25 miliar untuk membantu negara-negara yang terdampak secara ekonomi akibat perang di Iran. Informasi ini disampaikan Bloomberg News dengan mengutip pernyataan Presiden Bank Dunia Ajay Banga.
Menurut Banga, dana tersebut dapat disalurkan dengan cepat melalui perangkat tanggap krisis Bank Dunia. Mekanisme ini memungkinkan realokasi sumber daya dari proyek-proyek yang sudah berjalan untuk memenuhi kebutuhan mendesak.
Banga juga menyatakan bahwa jika konflik terus memberikan tekanan pada perekonomian global, Bank Dunia sedang menjajaki cara untuk memperluas kapasitasnya dengan tambahan dukungan sebesar US$50 miliar hingga US$60 miliar.
Ia menambahkan, bantuan apa pun dari Bank Dunia akan melengkapi potensi pendanaan dari Dana Moneter Internasional (IMF).