Bank Dunia menilai gejolak harga energi yang dipicu perang di Timur Tengah berpotensi menahan laju pertumbuhan ekonomi global, termasuk di kawasan Asia Timur dan Pasifik serta Indonesia.
Dalam laporan East Asia & Pacific Economic Update edisi April 2026, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik melambat dari 5% pada 2025 menjadi 4,2% pada 2026.
Untuk Indonesia, Bank Dunia mencatat kondisi ekonomi masih relatif aman. Pertumbuhan dinilai tetap terjaga, inflasi terkendali, dan fundamental makroekonomi disebut tidak terlalu rapuh.
Meski demikian, laporan tersebut menegaskan Indonesia tidak sepenuhnya kebal dari tekanan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan berada di 4,7% pada 2026, sejalan dengan tren perlambatan di kawasan. Angka ini lebih rendah dibanding proyeksi sebelumnya yang sebesar 4,8%.
Secara umum, perlambatan dipengaruhi tekanan eksternal, terutama kenaikan harga minyak dan meningkatnya sentimen kehati-hatian investor di pasar keuangan global.