BERITA TERKINI
Bank Dunia: Indonesia Tak Kebal Perlambatan Global, Namun Lebih Tangguh di Kawasan

Bank Dunia: Indonesia Tak Kebal Perlambatan Global, Namun Lebih Tangguh di Kawasan

Indonesia dinilai tidak sepenuhnya kebal terhadap perlambatan ekonomi global, namun tetap menunjukkan ketahanan yang relatif lebih baik dibanding sejumlah negara lain di kawasan Asia dan Pasifik. Penilaian tersebut tercermin dalam laporan East Asia & Pacific Economic Update Bank Dunia edisi April 2026.

Dalam laporan itu, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik akan melambat pada 2026 sebelum kembali menguat pada 2027. Indonesia disebut masih berada pada jalur pertumbuhan positif dalam beberapa tahun ke depan, meskipun ikut terdampak tren perlambatan yang terjadi secara global.

Bank Dunia mencatat konsumsi domestik tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, meski belum sepenuhnya pulih ke level sebelum pandemi. Selain itu, investasi publik turut mendorong aktivitas ekonomi, sementara investasi swasta dinilai masih cenderung berhati-hati di tengah ketidakpastian global.

Kondisi tersebut menunjukkan struktur ekonomi Indonesia yang bertumpu pada permintaan domestik memberikan bantalan terhadap tekanan eksternal. Namun, tekanan global tetap terasa, terutama dari sektor eksternal seperti perdagangan dan energi.

Bank Dunia mencatat ekspor Indonesia mulai melambat setelah sempat tumbuh pada 2025, seiring melemahnya permintaan global. Di saat yang sama, kenaikan harga energi akibat konflik geopolitik global dinilai berpotensi mendorong inflasi dan menekan daya beli masyarakat.

Meski menghadapi tantangan tersebut, Indonesia disebut memiliki ruang kebijakan (policy space) yang relatif lebih baik dibanding beberapa negara lain di kawasan. Hal ini didukung oleh cadangan devisa yang dinilai memadai, stabilitas fiskal, serta kemampuan pemerintah merespons guncangan ekonomi.

Di sisi lain, Bank Dunia menekankan pentingnya reformasi struktural untuk menjaga pertumbuhan jangka panjang. Tantangan yang disoroti antara lain keterbatasan investasi swasta, hambatan perdagangan non-tarif, serta perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan infrastruktur.

Bank Dunia juga menilai Indonesia perlu memperkuat integrasi dalam rantai pasok global untuk mendorong ekspor dan meningkatkan daya saing industri. Secara keseluruhan, laporan tersebut menegaskan Indonesia tetap terdampak perlambatan global, tetapi dinilai memiliki fondasi yang relatif kuat untuk menjaga pertumbuhan tetap stabil di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.