PT Arwana Citramulia Tbk membukukan kinerja keuangan sepanjang tahun buku 2025 dengan penjualan bersih Rp2,91 triliun, tumbuh 10,71% dibandingkan Rp2,63 triliun pada 2024. Kinerja tersebut disebut ditopang pengelolaan operasional yang disiplin, efisiensi biaya, serta strategi adaptif terhadap dinamika industri dan pasar.
Pertumbuhan penjualan didorong peningkatan volume, seiring terjaganya kepercayaan pasar terhadap produk Arwana, UNO, ARNA, serta lini produk baru GLORIA. Perusahaan juga menilai pencapaian ini mencerminkan akurasi pemasaran dan distribusi di tengah kondisi pasar yang dinilai belum optimal.
Dari sisi profitabilitas, perseroan membukukan laba bersih Rp400,48 miliar atau laba per saham Rp55,93. Margin laba bersih tercatat 13,74%. Sementara itu, kas dan setara kas berada di posisi Rp377,94 miliar.
Per 31 Desember 2025, total aset tercatat Rp2,88 triliun, meningkat 8,36% dari Rp2,66 triliun pada tahun sebelumnya. Kenaikan aset ini didorong peningkatan aset tetap sebesar 25,93% seiring realisasi belanja modal. Total ekuitas mencapai Rp1,93 triliun, naik 3,04% secara tahunan, ditopang pertumbuhan saldo laba ditahan.
Indikator likuiditas dan struktur permodalan juga dicatat dalam kondisi konservatif, dengan current ratio 193% dan debt-to-equity ratio 49%.
Perseroan menyatakan tetap mampu menjaga pertumbuhan usaha yang sehat di tengah tantangan daya beli dan dinamika sektor properti, dengan profitabilitas yang terjaga serta arus kas yang kuat.
Sepanjang 2025, kinerja operasional disebut solid melalui optimalisasi kapasitas produksi dan efisiensi energi, khususnya pada penggunaan gas sebagai komponen biaya utama. Namun, tekanan biaya gas disebut berdampak pada profitabilitas, seiring rata-rata harga pembelian gas meningkat dari US$6,68 per MMBtu pada 2024 menjadi US$8,03 per MMBtu pada 2025, atau naik sekitar 20%.
Di sisi investasi, perseroan menilai program yang dijalankan selama 2025 merupakan keputusan strategis untuk mendorong pertumbuhan yang lebih efisien dan kompetitif pada tahun-tahun mendatang. Pengembangan infrastruktur produksi antara lain meliputi peremajaan mesin di Plant 2A untuk mengembangkan kemampuan produksi keramik lantai rectified, modifikasi mesin di Plant 2C Line 1 untuk meningkatkan efisiensi pemakaian gas serta pengembangan produk sejenis, dan transformasi kiln Plant 2C Line 1 dari double firing menjadi single firing untuk efisiensi energi.
Selain itu, perseroan melakukan pemutakhiran mesin di Plant 4A guna mendukung produksi keramik lantai rectified bernilai tambah tinggi, serta pengembangan kemampuan produksi Plant 5C untuk memproduksi ukuran-ukuran baru.
Untuk perluasan kapasitas, perseroan menyelesaikan pembangunan Plant 4D yang disiapkan memproduksi porselen lantai berukuran besar, sehingga memperluas portofolio produk premium.
Langkah-langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi biaya sekaligus memperkuat daya saing di pasar domestik. Ke depan, perseroan menyatakan akan tetap berfokus pada inovasi produk, efisiensi operasional, serta pengembangan kapasitas untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.