JAKARTA — Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta W. Kamdani menyatakan dunia usaha memahami langkah pemerintah terkait penerapan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan. Namun, ia mengingatkan kebijakan tersebut berpotensi mengganggu operasional perusahaan apabila tidak diterapkan secara fleksibel dan terukur.
Shinta menekankan pelaksanaan kebijakan perlu mempertimbangkan kondisi riil di lapangan. Menurutnya, implementasi WFH harus adaptif agar tidak mengganggu produktivitas serta keberlangsungan operasional perusahaan.
Salah satu perhatian utama APINDO adalah bahwa imbauan WFH satu hari dalam sepekan tidak dapat diterapkan secara seragam di seluruh sektor usaha. Shinta menilai setiap perusahaan memiliki karakteristik operasional, model bisnis, dan kebutuhan produksi yang berbeda.
Karena itu, APINDO memandang keputusan penerapan WFH akan lebih efektif bila diserahkan kepada masing-masing perusahaan. Shinta menilai penerapan yang seragam berisiko menimbulkan disrupsi operasional dan inefisiensi.