Indeks saham Amerika Serikat melemah sementara harga minyak menguat setelah Presiden AS Donald Trump membuka kemungkinan peningkatan eskalasi perang di Iran. Perkembangan ini memicu kekhawatiran pasar akan guncangan harga energi yang dapat membebani prospek ekonomi global.
Pada awal perdagangan Senin, indeks S&P 500 turun 0,4%. Di saat yang sama, minyak mentah Brent naik 1% menjadi US$110 per barel.
Trump kembali melontarkan ancaman pada Minggu dini hari, dengan menyatakan akan menyerang infrastruktur Iran jika jalur pengiriman energi utama melalui Selat Hormuz tetap ditutup. Ia kemudian menambahkan pernyataan lain, “Selasa, pukul 20.00 Waktu Timur!” tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Pernyataan tersebut muncul ketika OPEC+ memperingatkan bahwa kerusakan pada aset energi di Timur Tengah dapat berdampak jangka panjang terhadap pasokan minyak, bahkan setelah konflik berakhir. Namun, belum terlihat tanda-tanda kemajuan menuju gencatan senjata karena serangan masih terus terjadi di berbagai wilayah, sehingga harga minyak utama bertahan jauh di atas US$100 per barel.