BERITA TERKINI
Amsakar–Li Claudia Paparkan Kenaikan Ekonomi Batam, Kemiskinan Turun dan Investasi Lampaui Target

Amsakar–Li Claudia Paparkan Kenaikan Ekonomi Batam, Kemiskinan Turun dan Investasi Lampaui Target

Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyampaikan sejumlah indikator pembangunan Kota Batam menunjukkan tren positif dalam satu tahun terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi meningkat, angka kemiskinan menurun, dan realisasi investasi melampaui target.

Pernyataan itu disampaikan Amsakar saat menghadiri kegiatan Halalbihalal tingkat Kecamatan Sagulung di Aula Masjid Al Amin, Tembesi, Kamis (2/4/2026) malam.

Dalam paparannya, Amsakar menyebut pertumbuhan ekonomi Batam naik dari 6,69 persen menjadi 6,76 persen. Pada saat yang sama, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen.

Ia juga memaparkan capaian investasi yang disebut mengalami lonjakan. Dari target Rp60 triliun, realisasi investasi Batam mencapai Rp69,3 triliun. “Capaian ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap Batam terus meningkat. Ini harus kita jaga bersama,” ujar Amsakar.

Selain indikator ekonomi, Amsakar menyampaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam turut meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Menurutnya, IPM mencerminkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat, sehingga dapat menunjukkan dampak pembangunan yang dijalankan.

Amsakar menekankan arah pembangunan daerah, menurutnya, tidak dapat dilepaskan dari sejumlah indikator utama, seperti pertumbuhan ekonomi, investasi, IPM, angka kemiskinan, tingkat pengangguran, serta pendapatan per kapita. Ia menyebut indikator tersebut menjadi tolok ukur dalam menilai keberhasilan pembangunan.

Dalam kesempatan itu, Amsakar mengajak masyarakat memperkuat persatuan dan kebersamaan serta mengurangi perbedaan yang dinilai dapat menghambat kemajuan daerah. Ia juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin atas nama pribadi, keluarga, Pemerintah Kota Batam, dan BP Batam.

Ia menambahkan, Halalbihalal tidak sekadar tradisi seremonial, melainkan ruang refleksi atas perjalanan kepemimpinan. Amsakar mengakui masih ada harapan masyarakat yang belum sepenuhnya dapat diwujudkan selama lebih dari satu tahun memimpin Batam dan menyebut hal itu sebagai bahan evaluasi untuk terus berbenah.

Dalam refleksinya, Amsakar mengibaratkan pemimpin seperti pohon yang harus memberi manfaat bagi banyak orang. Ia menyampaikan komitmen untuk terus memperbaiki kekurangan seiring upaya menjaga tren positif pembangunan demi kesejahteraan masyarakat Batam.