BERITA TERKINI
Agar Tak Boncos saat WFH, Ini Strategi Mengatur Keuangan dari Pencatatan hingga Pembatasan Belanja

Agar Tak Boncos saat WFH, Ini Strategi Mengatur Keuangan dari Pencatatan hingga Pembatasan Belanja

Bekerja dari rumah atau work from home (WFH) kerap dianggap membuat pengeluaran lebih hemat karena tidak perlu biaya transportasi dan menawarkan fleksibilitas waktu. Namun, di balik kemudahan tersebut, sebagian pekerja justru mengalami kebocoran finansial akibat pengeluaran yang tidak terkontrol.

Tanpa disadari, kebiasaan kecil seperti terlalu sering memesan makanan secara online, belanja impulsif, hingga meningkatnya penggunaan listrik dapat membuat pengeluaran membengkak. Situasi ini juga dipengaruhi oleh batas antara kebutuhan pribadi dan pekerjaan yang menjadi kabur, sehingga sebagian orang kesulitan membedakan pengeluaran yang benar-benar penting dan yang hanya bersifat keinginan.

Perencana keuangan Finansia Consulting Jakarta, Rina Wijaya, menilai disiplin mencatat pengeluaran menjadi kunci agar keuangan tetap terjaga selama WFH. Menurutnya, anggapan bahwa WFH otomatis lebih hemat tidak selalu sesuai kenyataan. Tanpa pencatatan yang jelas, pengeluaran kecil dapat menumpuk dan sulit dikendalikan. Ia menyarankan setiap individu menyusun anggaran bulanan secara rinci, termasuk menyiapkan pos khusus untuk kebutuhan tak terduga.

Rina juga menyarankan pemisahan rekening pribadi dan rekening operasional kerja apabila memungkinkan. Cara ini dinilai dapat membantu memantau arus keuangan dengan lebih jelas dan mengurangi risiko penggunaan dana secara tidak terencana. Selain itu, pembatasan penggunaan aplikasi belanja serta layanan pesan antar disebut dapat menjadi langkah efektif untuk menekan pengeluaran yang tidak diperlukan.

Sementara itu, analis ekonomi Pusat Studi Ekonomi Digital Universitas Indonesia, Andi Pratama, menekankan pentingnya membangun kebiasaan finansial yang sehat selama bekerja dari rumah. Ia menyebut WFH seharusnya menjadi momentum untuk memperbaiki pola keuangan. Langkah yang dapat dilakukan antara lain menetapkan prioritas, menabung secara rutin, serta menghindari gaya hidup konsumtif. Andi juga menambahkan bahwa literasi keuangan berperan penting agar masyarakat lebih bijak dalam mengelola uang.

WFH memang menawarkan kenyamanan, tetapi menuntut kedisiplinan yang lebih tinggi, termasuk dalam pengelolaan keuangan. Dengan perencanaan yang matang, pencatatan yang konsisten, serta kontrol terhadap pengeluaran, risiko boncos selama WFH dapat ditekan.