Asian Development Bank (ADB) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di kisaran 5,2% di tengah tekanan global yang dinilai semakin meningkat.
Dalam laporan Asian Development Outlook (ADO) April 2026 yang dikutip Minggu (12/4/2026), ADB menilai laju pertumbuhan Indonesia masih relatif stabil. Namun, pertumbuhan tersebut disebut kehilangan momentum percepatan.
ADB juga menyoroti meningkatnya risiko geopolitik global seiring konflik di Timur Tengah. Di tingkat kawasan, pertumbuhan ekonomi negara berkembang di Asia dan Pasifik diperkirakan menjadi moderat sebesar 5,1% pada 2026 dan 2027. Proyeksi itu lebih rendah dibandingkan 2025 yang diperkirakan mencapai 5,4%.
ADB menilai kenaikan harga energi berpotensi mendorong biaya produksi dan harga konsumen. Selain itu, pertumbuhan ekspor diperkirakan kembali normal setelah adanya pemuatan awal pada tahun sebelumnya menjelang kenaikan tarif Amerika Serikat.
Dari sisi harga, ADB memperkirakan inflasi di kawasan Asia Pasifik berada pada 3,6% pada 2026 dan 3,4% pada 2027. Namun, ADB mengingatkan bahwa jika konflik berkepanjangan, inflasi dapat melonjak hingga 5,6% pada 2026, terutama dipicu kenaikan harga energi dan pangan.